Label Makanan Impor Jepang: Bahasa Jepang, Importir, Alergen (Kacang Mete Wajib)
Makanan yang dijual di Jepang wajib memuat label berbahasa Jepang yang mengikuti Food Labeling Act dan Food Labeling Standards. Untuk makanan impor, importir bertanggung jawab atas label, yang mencantumkan nama dan alamat importir serta negara asal, dan aturan alergen berubah lagi pada 1 April 2026, ketika kacang mete menjadi alergen wajib.
Diperiksa berdasarkan sumber resmi: 2026-10
Sekilas info
Yang wajib ada pada label makanan Jepang
Panduan tingkat prefektur tentang Food Labeling Standards mencantumkan nama makanan, bahan berurutan dari berat terbesar, bahan tambahan makanan, asal bahan, kuantitas bersih, tanggal kedaluwarsa (use-by) atau tanggal ketahanan minimum (best before), cara penyimpanan, pelaku usaha pangan yang bertanggung jawab atas label, negara asal untuk produk impor, alergen bila memakai bahan baku yang ditetapkan, serta informasi gizi.
Untuk makanan impor, pelaku usaha yang bertanggung jawab dicantumkan sebagai importir, lengkap dengan nama dan alamatnya, dan label menyebut negara asal. Importir memikul tanggung jawab pelabelan, dan label berbahasa Jepang diwajibkan paling lambat saat produk sampai di rak ritel, bukan saat pengurusan bea cukai.
Daftar periksa label makanan Jepang untuk eksportir
- Nama makanan dan bahan berurutan dari berat terbesar
- Bahan tambahan makanan, kuantitas bersih, tanggal kedaluwarsa (use-by) atau tanggal ketahanan minimum (best before), cara penyimpanan
- Nama dan alamat importir, serta negara asal
- 9 alergen wajib, kini termasuk kacang mete
- Gizi: energi, protein, lemak, karbohidrat, setara garam
- Seluruh teks label dalam bahasa Jepang sebelum produk sampai di ritel
Alergen dan informasi gizi
Jepang memiliki 9 bahan baku yang ditetapkan dan wajib dilabeli: telur, susu, gandum, soba (buckwheat), kacang tanah, udang, kepiting, kenari (walnut), dan kacang mete. Kenari ditambahkan pada 9 Maret 2023, dan kacang mete pada 1 April 2026, dengan masa transisi untuk mengganti label sampai 31 Maret 2028. Sebanyak 20 item lain, seperti kacang almond, wijen, kedelai, kacang makadamia, dan pistachio yang masuk daftar pada 1 April 2026, dianjurkan untuk dilabeli.
Pelabelan gizi wajib untuk energi, protein, lemak, karbohidrat, dan natrium, yang ditampilkan sebagai setara garam. Karena resep dan daftar alergen dapat berubah, eksportir sebaiknya mengirim kepada importir rincian lengkap bahan dan alergen untuk setiap produk baru agar label berbahasa Jepang dapat diperiksa sebelum dijual.
Langkah demi langkah
- Sepakati dengan importir di Jepang siapa yang menyiapkan dan menempelkan label berbahasa Jepang.
- Kirim daftar bahan lengkap menurut berat, bahan tambahan makanan, kuantitas bersih, tanggal, dan kondisi penyimpanan.
- Periksa setiap bahan terhadap 9 alergen wajib, termasuk kacang mete, dan 20 item yang dianjurkan.
- Berikan nilai gizi untuk energi, protein, lemak, karbohidrat, dan setara garam.
- Pastikan label memuat nama dan alamat importir serta negara asal sebelum barang sampai di ritel.
Dokumen yang biasanya Anda perlukan
- Daftar bahan lengkap berurutan dari berat terbesar
- Daftar bahan tambahan makanan dan pernyataan alergen
- Analisis gizi dengan setara garam
- Kuantitas bersih, masa simpan, dan kondisi penyimpanan
- Draf label berbahasa Jepang yang disepakati dengan importir
Masalah umum dan cara menghindarinya
Apa yang harus dilakukan: Kacang mete menjadi alergen wajib sejak 1 April 2026; perbarui label dalam masa transisi yang berakhir pada 31 Maret 2028.
Apa yang harus dilakukan: Untuk makanan impor, cantumkan nama dan alamat importir serta negara asal.
Apa yang harus dilakukan: Pelabelan gizi di Jepang menampilkan natrium sebagai setara garam.
Apa yang harus dilakukan: Sepakati dengan importir siapa yang menempelkan label berbahasa Jepang sebelum produk sampai di rak ritel.
Sumber
- 正しい食品表示(品質事項) Okinawa Prefectural Government
- 食品におけるアレルギー表示について Aichi Prefectural Institute of Public Health
- An Overview of the Food Labeling Standard (Tokyo, Japan) USDA Foreign Agricultural Service
- Food Labeling Act (Act No. 70 of 2013) Japanese Law Translation (Ministry of Justice)
Aturan sering berubah. Catatan ini adalah panduan praktis berdasarkan sumber di atas, bukan nasihat hukum. Pastikan persyaratan terkini dengan otoritas terkait, importir Anda, atau customs broker berlisensi sebelum mengirim.
Kode pelabuhan menurut negara
Catatan ekspor
Pertanyaan umum
Siapa yang bertanggung jawab atas label makanan impor di Jepang?
Importir; label mencantumkan nama dan alamat importir, dan label berbahasa Jepang diperlukan saat produk sampai di rak ritel.
Apa saja alergen wajib di Jepang?
9 bahan baku yang ditetapkan: telur, susu, gandum, soba (buckwheat), kacang tanah, udang, kepiting, kenari (walnut), dan kacang mete.
Kapan kacang mete menjadi alergen wajib di Jepang?
Pada 1 April 2026, dengan masa transisi untuk label sampai 31 Maret 2028.
Zat gizi apa saja yang harus ada pada label makanan Jepang?
Energi, protein, lemak, karbohidrat, dan natrium, yang ditampilkan sebagai setara garam.
Apakah label makanan impor di Jepang perlu mencantumkan negara asal?
Ya. Produk impor mencantumkan negara asal bersama nama dan alamat importir.
Alat gratis lainnya
Triplicate gratis dan terus diperbaiki. Merasa terbantu? Dukung Triplicate ♥
Ingin tanpa iklan? Pro menghapus semua iklan · $1/bulan